MITIGASI RESIKO

MITIGASI RESIKO

ABC memiliki beberapa opsi untuk mengurangi/memitigasi risiko, beberapa alternatif cara yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut:

  1. Peningkatan penghasilan dalam mata uang asing (yield enhancement)

Peningkatan penghasilan dalam mata uang asing ditujukan untuk mengurangi risiko nilai tukar pada posisi arus kas. Dengan menjaga pendapatan dalam mata uang asing sama dengan pengeluaran dalam mata uang asing, maka ABC tidak akan memiliki eksposur risiko nilai tukar mata uang asing terhadap arus kas dalam mata uang asing.

Hal ini dapat dilakukan dengan

a. Meningkatkan pendapatan dalam mata uang asing (misalnya: mempertahankan penerimaan sewa USD )

b. Mengurangi pengeluaran dalam mata uang asing

  1. Peningkatan cadangan dalam mata uang asing

Peningkatan cadangan dalam mata uang asing ditujukan untuk mengurangi risiko nilai tukar pada posisi neraca. Dengan menjaga aset dalam mata uang asing sama dengan liabilitas dalam mata uang asing, maka ABC tidak akan memiliki eksposur risiko nilai tukar mata uang asing terhadap posisi keuangan dalam mata uang asing.

  1. Penetapan toleransi dan limit risiko finansial

Toleransi risiko finansial menunjukkan jumlah maksimum potensi kerugian akibat kegiatan bisnis yang dapat diterima oleh Perusahaan, sedangkan limit risiko merupakan penjabaran dari toleransi dan risk appetite.

  1. Kegiatan lindung nilai (Hedging)

Kegiatan lindung nilai merupakan salah satu cara untuk memitigasi risiko pasar dengan cara melakukan transaksi yang terpisah dengan profil risiko yang saling hapus (misalnya: membeli instrumen option, forward, atau swap). Kegiatan lindung nilai dapat dilakukan dengan membeli instrumen derivatif atau dengan menempatkan USD ke dalam deposito dengan jumlah dan jangka waktu yang sama dengan utang USD yang dimiliki (natural hedging).

 

  1. Rencana mitigasi risiko dengan menggunakan hedging / lindung nilai

Apabila Direksi memutuskan untuk menggunakan hedging / lindung nilai sebagai rencana mitigasi risiko corporate currency, ada beberapa faktor yang harus dipertimbangkan oleh Direksi sebelum melaksanakan aktivitas hedging / lindung nilai.

Faktor-faktor yang harus dipertimbangkan adalah sebagai berikut:

  • Likuiditas pasar

Jumlah nosional / hedging ratio akan bergantung terhadap likuiditas pasar terhadap mata uang USD-IDR (contoh: dalam kondisi likuiditas yang rendah, biaya tambahan (spread) akan cenderung lebih lebar)

  • Jumlah counterparty

Pertimbangan dalam melaksanakan hedging juga sangat bergantung kepada jumlah counterparty (contoh: untuk hedging ratio yang besar, akan lebih mudah untuk melaksanakan hedging dengan beberapa counterparty / sindikasi)

  • Proporsi hedging / lindung Nilai

Analisa terhadap jumlah proporsi hedging akan sangat bergantung kepada strategi perusahaan dan tujuan dari hedging / lindung nilai

  • Produk hedging / lindung Nilai

Terdapat banyak produk-produk yang tersedia di pasar yang akan ditawarkan oleh counterparty hedging / lindung nilai. Analisa terhadap produk yang paling sesuai menjadi bagian penting dalam pelaksanaan hedging / lindung nilai.

  • Jangka waktu / tenor hedging

Analisa terhadap jangka waktu / tenor akan bergantung kepada kemampuan perusahaan dalam memproyeksikan kondisi ekonomi makro, keuangan perusahaan dan juga kondisi mikro perusahaan.

  • Biaya hedging

Analisa terhadap cost-benefit harus dilakukan agar mendapatkan gambaran jelas mengenai biaya hedging / lindung nilai. Ilustrasi biaya hedging di berbagai tingkatan proporsi hedging adalah sebagai berikut:

 

Biaya Hedging (USD/tahun) Nosional (USD) 1% 3% 5%
30% Hedging    300.000.000      3.000.000 9.000.000 15.000.000
50% Hedging    600.000.000      6.000.000 18.000.000 30.000.000
80% Hedging 1.200.000.000    12.000.000 36.000.000 60.000.000

 

  1. Analisis rencana mitigasi risiko dengan menggunakan hedging / lindung nilai

 

Rencana mitigasi risiko dengan menggunakan hedging akan mengurangi dampak rugi translasi kurs terhadap laba-rugi ABC apabila terjadi peningkatan nilai tukar USD terhadap IDR. Rugi translasi kurs diakibatkan oleh posisi “net liabilities” mata uang asing USD di PT CINTA .

Analisis hedging dilaksanakan dengan menggunakan asumsi bahwa tenor instrumen lindung nilai disesuaikan dengan tenor global bonds ABC. Selain itu, asumsi lain yang dipergunakan dalam melakukan analisis proporsi hedging adalah proporsi hedging akan dilaksanakan tanpa tahapan. Tujuan dari analisis proporsi hedging adalah untuk memberikan gambaran kepada Direksi terhadap dampak hedging / lindung nilai di berbagai tingkatan proporsi hedging.

Hasil analisis hedging menunjukkan bahwa dampak risiko nilai tukar mata uang asing terhadap laba rugi berkurang, dimana laba dan rugi selisih kurs mengecil apabila terjadi pelemahan dan penguatan USD terhadap IDR.

Detil analisis hedging di berbagai tingkatan proporsi hedging sebelum memperhitungkan biaya hedging adalah sebagai berikut:

Dampak translasi kurs terhadap laba-rugi tanpa adanya hedging, di berbagai tingkatan kurs USD-IDR